Tuesday, December 12, 2006

Kalung Fatimah...(nice 2 read)

Suatu hari, kepada Rasulullah saw datang seorang
tamu ibnu sabil yang kehabisan bekal. Karena di
rumahnya tidak ada sesuatu yang layak untuk
diberikan, maka nabi meminta Bilal agar mengantar
tamu itu ke rumah Fatimah. Di rumah putri nabi itu
juga tidak ada sesuatu, maka dengan hati tulus dan
ikhlas, Fatimah memberinya kalung hadiah
pernikahannya dengan Ali. ''Ambillah kalung ini
dan juallah! Mudah-mudahan harganya cukup memenuhi
keperluanmu!'' kata Fatimah.

''Berapa hendak kamu jual kalung itu?'' tanya
Ammar bin Yasir.

''Aku akan menjualnya dengan tukaran roti dan
daging sekadar untuk mengenyangkan perutku, sebuah
baju penutup tubuhku, dan uang satu dinar untuk
menemui istriku,'' kata si tamu.

Ammar berkata, ''Baiklah, aku membeli kalung itu
dengan harga 20 dinar, ditambah 200 dirham,
ditambah sebuah baju, serta seekor unta agar kamu
dapat menemui istrimu.''

Setelah itu Ammar berkata kepada budaknya, Asham.
''Wahai Asham, pergilah sekarang menghadap
Rasulullah. Katakan bahwa aku menghadiahkan kalung
ini dan juga kamu kepadanya. Jadi, mulai hari ini
kamu bukan budakku lagi, tetapi budak Rasulullah.''

Ternyata Rasulullah pun berbuat sebagaimana Ammar.
Ia menghadiahkan kalung itu dan juga Asham kepada
Fatimah.

Fatimah sangat bahagia menerima hadiah dari
ayahandanya, sekalipun dia tahu bahwa kalung ini
semula memang miliknya. Dia sadar, ternyata
kebaikannya yang hanya sekadar memberi kalung
mendapat balasan berlebih dari Tuhan, yaitu dengan
ditambah seorang budak. Lalu Fatimah berkata
kepada Asham, ''Wahai Asham, kamu sekarang bebas
dari perbudakan dan menjadi manusia merdeka, aku
melakukan semua ini karena Allah semata.''
''Mengapa kamu tertawa seperti itu,'' tanya
Fatimah yang merasa heran melihat Asham tertawa
terbahak-bahak.

''Aku tertawa karena kagum dan takjub akan berkah
kalung yang beriwayat ini. Ia telah mengeyangkan
orang yang lapar. Ia telah menutup tubuh orang
yang telanjang. Ia telah memenuhi hajat seorang
yang fakir dan akhirnya ia telah membebaskan
seorang budak,'' jawab Asham.

Rasulullah bersabda, ''Siapa saja yang ingin
doanya dikabulkan dan kesusahannya dihilangkan,
maka bantulah orang yang sedang kesulitan.'' (HR
Ibnu Abi ad-Dunya)

Wallahu'alam bis shawab.

No comments: